Apa itu High Tech ? apa pula itu High Touch ?Teknologi selalu membawa sejumlah konsekuensi ke tengah masyarakat penggunanya. Ada yang kita harapkan, ada juga yang tak terduga, tetapi ada juga yang sama sekali diharapkan.

Dalam bukunya yang cukup terkenal ” High Tech, High Touch “, karya John Naisbitt, meski belum saya dalami,  High Tech lebih kurang memiliki pengertian yaitu kemajuan dimasa depan, inovasi, kemajuan – kontrol. Sedangkan High Touch adalah mempercayai sesuatu yang mengakui adanya hal-hal yang lebih besar daripada kita atau mengakui adanya sesuatu yang lebih besar di luar diri kita, entah kemanusiaan atau ketuhanan.

Jadi pengertian dari “High Tech – High Touch” lebih kurang adalah menikmati buah kemajuan teknologi dan menyesuaikan denganTuhan kita, ataupun keyakinan spiritual kita.

Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan dan kecanggihan teknologi mesti dikendalikan oleh sentuhan moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang juga tinggi. Namun, dalam kenyataannya sering ditemukan High Tech, Low touch. Teknologi tinggi, mahal, namun tidak dikendalikan oleh komitmen kemanusiaan yang kuat. Ibaratnya sebuah teknologi kurang berarti manakala yang mengendalikannya (manusia) tidak mempunyai “moral” yang baik. Hal inilah yang sering kita katakan efek yang tak terduga atau tidak kita inginkan.

Sering kita lihat tayangan di televisi, terjadi kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Seolah-olah kendaraan motor sebagi suatu produk teknologi canggih itu tanpa disadari telah menjadi alat pembunuh. Tak ayal lagi kendaraan motor menjadi kambing hitam, di samping menambah kemacetan kota akibat lemahnya perencanaan dan pengaturan jalan. Jumlahnya juga semakin membeludak dan kurang terkendali.

Penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak pada tempatnya sepertinya juga mengurangi sensitifitas kita dalam berhubungan dengan sesama manusia. Kita lebih asyik “ngobrol” dengan fitur-fitur di gadget yang kita miliki, dibandingkan menghargai orang yang kita ajak bicara. Yang lebih mengerikan lagi tidak jarang kita lihat kecelakaan terjadi saat mereka sedang asyik menggunakan gadget di jalan.

Kemajuan-kemajuan teknologi sepreti ini secara perlahan bisa melahirkan “generasi multitasking, dimana mereka adalah generasi yang terbiasa berkomunikasi dengan sesamanya  sekaligus memainkan gadget mereka.

High-tech mestinya dibarengi dengan high-touch. Teknologi tinggi tanpa sentuhan dan kendali komitmen kemanusiaan tinggi hanya akan melahirkan malapetaka.

Semoga kita tidak sampai terlena kecanduan menggunakan teknologi sebagai “Tuhan”. Ingatlah kecanduan terhadap teknologi terbaik sekalipun, manusia lebih pantas untuk dihargai daripada benda mati itu. Jadilah kita manusia yang bijak, bisa memanfaatkan teknologi tanpa harus menghilangkan empati dan sisi kemanusiaan kita, apalagi sampai menghilangkan keberadaan Allah dalam diri kita…Na’udzubillahi min dzaalik..

Wallohu a’lamu bish-showab…….

 

Iklan