Mengapa Dinamakan Masjidil Haram ?

gohistoric_18349_m

Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Shalat. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia.

Berkaitan dengan Masjidil Haram, tahukah Anda mengapa masjid ini dinamakan Masjidil Haram?

Masjidil Haram dalam bahasa Arab: المسجد الحرام artinya masjid yang memiliki tanah haram. Kenapa dinamakan tanah haram, para ulama mengatakan karena di dalam tanah itu berlaku berbagai ketentuan yang mengharamkan kita melakukan berbagai hal, seperti berburu, mengangkat senjata, mematahkan tumbuhan dan seterusnya, termasuk juga haram untuk dimasuki oleh kafir.

Baca lebih lanjut

Dzikir Tasbih, Tahmid dan Takbir Setelah Shalat Wajib

Dr. Sa’id Al Qohtoni dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa terdapat enam cara yang bisa dilakukan dalam melafalkan dzikir-dzikir setelah shalat

Di antara aktifitas dzikir yang bisa dilakukan oleh seorang muslim setelah shalat fardhu adalah dengan bertasbih, bertahmid, dan bertakbir. Yang dimaksud dengan bertasbih adalah mengucapkan “subhanallah (سبحان الله)”, dan bertahmid adalah mengucapkan “alhamdulillah(الحمد لله)”, sedangkan bertakbir mengucapkan “Allahu-akbar (الله أكبر)”. Lalu, bagaimana caranya mengucapkan kalimat-kalimat dzikir tersebut? Berapa kali masing-masing harus diucapkan?

Dr. Sa’id Al Qohtoni dalam catatannya untuk kitab Syarh Hishnul Muslim (145-146), menjelaskan bahwa terdapat enam cara yang bisa dilakukan dalam melafalkan dzikir-dzikir tersebut. Keenam cara tersebut merupakan cara yang sah diajarkan oleh Nabi karena berasal dari hadis-hadis yang sahih. Berikut keenam cara tersebut.

Baca lebih lanjut

Tips Melacak Smartphone Yang Hilang Dalam Posisi Silent

6

Seringkali kita lupa menaruh smartphone di suatu tempat, apalagi jika kondisi smartphone tersebut “silent” (diam). Sebenarnya tanpa kita sadari semua smartphone Android sudah terinstall Google play di dalamnya. Ketika kita pertama kali menggunakan google play di smarphone, google akan menginstall android device manager pada smartphone tanpa sepengetahuan anda. untuk dapat menggunakan semua fiturnya kita harus mengaktifkannya terlebih dahulu.

Baca lebih lanjut

Belajar Dari Merbot Masjid

masjid-attaawun

Ini adalah kisah dua sahabat yang terpisah cukup lama; Ahmad dan Zainal. Ahmad ini pintar, cerdas, tapi kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zainal adalah sahabat yang biasa saja, tapi keadaan orang tuanya mendukung karir masa depan.

Keduanya bertemu. Bertemu di tempat istimewa; koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yang cantik, pemandangan pegunungan dengan kebun teh yang terhampar hijau di bawahnya. Sungguh indah mempesona.

Zainal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah, necis, perlente, tapi tetap menjaga kesholihannya. Setiap keluar kota, ia menyempatkan singgah di masjid kota yang ia singgah. Untuk memperbaharui wudhu dan sujud syukur. Syukur masih mendapat waktu yang diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah sebagai tambahan.

Baca lebih lanjut

Seorang Ayah, di Lapis Berkah

LLK-2a3

oleh Salim A. Fillah dalam Rajutan Makna.

Di lapis-lapis keberkahan, mari sejenak belajar dari seorang ayah, budak penggembala kambing yang bertubuh kurus, berkulit hitam, berhidung pesek, dan berkaki kecil. Tetapi manusia menggelar hamparan mereka baginya, membuka pintu mereka selebar-lebarnya, dan berdesak-desak demi menyimak kata-kata hikmahnya. Dia, Luqman ibn ‘Anqa’ ibn Sadun, yang digelari Al Hakim. Seseorang pernah bertanya kepadanya, “Apa yang telah membuatmu mencapai kedudukan serupa ini?” “Aku tahan pandanganku”, jawab Luqman, “Aku jaga lisanku, aku perhatikan makananku, aku pelihara kemaluanku, aku berkata jujur, aku menunaikan janji, aku hormati tamu, aku pedulikan tetanggaku, dan aku tinggalkan segala yang tak bermanfaat bagiku.” “Dia tak diberikan anugrah berupa nasab, kehormatan, harta, atau jabatan”, ujar Abud Darda’ Radhiyallahu ‘Anhu ketika menceritakan Luqman Al Hakim. “Akan tetapi dia adalah seorang yang tangguh, pendiam, pemikir, dan berpandangan mendalam. Dia tidak pernah terlihat oleh orang lain dalam keadaan tidur siang, meludah, berdahak, kencing, berak, menganggur, maupun tertawa seenaknya. Dia tak pernah mengulang kata-katanya, kecuali ucapan hikmah yang diminta penyebutannya kembali oleh orang lain.”

“Dan Kami telah mengaruniakan hikmah kepada Luqman, bahwasanya hendaklah engkau bersyukur kepada Allah. Dan barangsiapa bersyukur, maka hanyasanya dia bersyukur bagi dirinya. Dan barangsiapa mengkufuri nikmat, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuja.” (QS Luqman [31]: 12)

Baca lebih lanjut

Otak Impoten

2

Istilah “Otak Impoten” saya dengar kemarin dari seseorang yang sedang berdiskusi dengan dua temannya, sewaktu naik commuter jurusan Jakarta Kota – Bogor, pada hari minggu siang. Dari nada bicaranya, sepertinya mereka kesal pada seseorang yang mereka jumpai. Katanya ada seorang pemuda yang dengan teganya tidak mempersilahkan ibu hamil untuk mempersilahkan duduk di tempat duduk yang dia tempati. Mirisnya lagi pemuda itu terkesan tidak mau tau dan pura-pura tidur dengan mata terpejam.

Hari senin, saya mulai membuka beberapa artikel di sebuah website dan secara kebetulan menemukan artikel yang mirip dengan kejadian yang baru saya dengar hari sebelumnya di commuter. Kejadiannya ternyata juga sama di commuter, di bangku “prioritas”, dimana tempat itu diprioritaskan untuk penumpang tertentu seperti orang tua lanjut usia, ibu hamil, ibu membawa balita dan penyandang cacat. Pemuda itu dengan cueknya tidak mempersilahkan duduk pada orang yang buta. Artikel lainnya saya baca sampai ada orang yang cacat duduk di bawah, sementara orang yang berpenampilan ‘necis’ dengan cueknya duduk sambil membaca koran.

Baca lebih lanjut

Apakah Kita Termasuk Dalam Golongan Orang Munafik ?

Apakah kita termasuk dalam golongan orang munafik ? Berhati-hatilah…mungkin kita seringkali tidak selaras antara ucapan dengan tindakan. Atau bisa jadi kita sering melakukan kemaksiatan tanpa kita sadari ?

Ya Alloh…jauhkanlah kami dari sifat-sifat orang munafik, penyakit yang seringkali kami tidak sadari….

Berikut kami kumpulkan beberapa ayat dalam Al Qur’an yang berhubungan dengan sifat orang munafik :

S U R A T A L – I M R O N

3: ayat 156. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: “Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.” Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
Ayat Al-Qur’an Tentang Orang Munafik

S U R A T A N – N I S A ‘

4:61. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

4:62. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna”.

Baca lebih lanjut

“Kejujuran” Hal Yang Sulit Dilakukan Mudah Diucapkan

 

Ketika kita kurang percaya diri atau merasa lagi terdesak dalam mengerjakan sesuatu atau melakukan sebuah ujian ? kebanyakan dari kita akan melakukan sebuah “kecurangan”.

Dan ketika kita berfikir kecurangan tersebut merasa menguntungkan bagi diri kita, dan disaat itu pula diri kita terjatuh kepada lubang hitam yang akan membuat kita terbiasa dengan kecurangan.

Kebiasaan buruk ini akan terus berkembang dalam diri dan pikiran kita ketika kita tidak mau menghilangkan kebiasaan ini. Sekalipun kita sudah masuk dalam suatu komunitas / lingkungan baik yang notabene berlabel “Branded”.

Baca lebih lanjut

IBNU MUBARAK: Ulama Ahli Hadits, Hartawan, Zuhud dan Mujahid

Sejarah manusia selalu diisi oleh orang-orang besar yang jumlah mereka sangat sedikit. Karena itulah jumlah orang-orang besar atau pahlawan yang pernah ada di muka bumi ini terhitung, sementara jumlah manusia biasa tidak terhitung.

Tetapi sejarah pula mencatat, mereka yang mewarnai kehidupan manusia ini adalah orang-orang besar yang sedikit jumlahnya. Baik itu sebagai ilmuwan, ekonom atau pemimpin. Salah satu orang besar itu bernama Abdullah bin Mubarak.

Abdullah bin Mubarak bin Wadhih al Handzaly at Tamimy atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Mubarak dilahirkan pada tahun 118 Hijriyah, di sebuah kota wilayah Khurasan bernama Maru. Pada masa khalifah Umayyah, Hisyam bin Abdul Malik. Dan wafat pada tahun 181 Hijriyah (797 Masehi), di masa khalifah Abbasiyyah, Harun ar Rasyid. Ibnu Mubarak merupakan salah seorang dari pengikut tabiin.

Baca lebih lanjut

Berbakti Kepada Orang Tua

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., dia berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Barangsiapa yang taat kepada kepada kedua orangtuanya maka menjadi terbukalah dua pintu di surga. Jika dia taat hanya kepada salah satunya maka satu pintu pula yang terbuka. Dan, barangsiapa yang durhaka kepada Allah dengan mendurhakai kedua orangtuanya maka terbukalah dua pintu di neraka. Jika dia durhaka hanya kepada salah satunya maka satu pintu pula yang terbuka.” Seseorang lalu bertanya, “Sekalipun kedua orangtuanya telah menzaliminya?” Maka dijawab, “Ya, sekalipun keduanya telah menzaliminya. Sekalipun keduanya telah menzaliminya. Sekalipun keduanya telah menzaliminya.” (hadits marfu’ dalam Syu’abul Iman lil-baihaqi)

Mengapa orangtua menduduki tempat yang begitu terhormat dan mulia di sisi Allah swt? Jawabannya, tiada lain karena jasa besar orangtua kepada kita.

Baca lebih lanjut

Insya Alloh

Lafadz Insya Allah menurut saya berarti, “Jika Alloh mengijinkan, Saya telah siap melaksanakan rencana yang telah matang saya buat “. Insya Allah sesungguhnya nyaris bermakna atau berarti sebuah ‘kepastian’ kecuali Allah berkehendak lain. Artinya bahwa ketika kita mengucapkan kata ‘Insya Allah’ berarti sudah masuk dalam sebuah janji.

Namun seringkali kita mengucapkan “Insya Alloh”, sekalipun untuk sesuatu yang sebenarnya sulit untuk kita lakukan, artinya sangat kecil kemungkinannya dapat kite penuhi. Kata Insya Alloh seringkali dijadikan lelucon, sepertinya hanya sekedar menggantikan ucapan “GA JANJI DECH”.

Ucapan insya Allah ini mencerminkan pengakuan atas kelemahan diri dan ketergantungan kepada belas kasih Alloh, agar kita selalu dibantu dalam setiap keinginan dan niatannya.

Baca lebih lanjut

Kita Bangkitkan Lagi

Ibarat pisau yang lama tidak pernah diasah, akan tumpul dan sulit untuk digunakan. Sama halnya kita yang terbiasa dengan olah raga, beberapa saat kemudian berhenti, lama tidak pernah berlatih lagi, kemudian pada saat mulai berlatih lagi kondisi kita tidak sebagus sebelumnya. Insting mencetak gol maupun menghadapi lawan saat bertanding mulai kendur. Serasa baru mengenal bola dan nafas sudah mulai kurang bisa diatur dengan baik.

Apakah kita sering mengalami hal itu ? Jika jawabnya iya, maka waspadalah. Karena jika dalam waktu lama, untuk memulainya lagi sangat berat dan membutuhkan ketelatenan.

Jika kita terbiasa dengan membaca Al Qur’an saat kecil, lancar dan bahkan mungkin ada yang beberapa juz hafal, tentu akan sangat baik agar kebiasaan baik ini terus berlanjut hingga dewasa atau tua. Seringkali kita bercerita, bahwa dulu pernah nyantri di pondok pesantren, kita juga sering berucap bahwa dulu kita rajin mengaji dan ikut dalam berbagai kegiatan lomba tingkat desa maupun kecamatan. Apakah hal itu cukup memuaskan kita mengenang masa lalu?

Baca lebih lanjut